Pemeriksaan Sampel Air, Udara dan Tanah

No.

Komponen

Uraian

1.

Jadwal Pelayanan

Senen-Kamis (Pukul 08.30-14.00 WIB)

Jum'at (Pukul 08.30-11.30 WIB)

Tempat Pelayanan

Ruang UPTD. Laboratorium (Labling) Kabupaten Dharmasraya

2.

Dasar Hukum

1. Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup

2. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

4. Bupati Dharmasraya Nomor 115 Tahun 2017 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Pada Dinas Lingkungan Hidup Kab.Dharmasraya

3.

Persyaratan

1. Sample (Air danTanah)

2. Mengisi Blanko yang disiapkan

4.

Prosedur

1. Sampel dari customer atau petugas pengambil sampel diterima oleh Petugas Penerima Sampel

2. Petugas Penerima Sampel mengganti identifikasi contoh uji dengan kode unik tertentu, mengisi buku induk penerimaan sampel, formulir permintaan pengujian sampel (FPPS), dan formulir rangkaian pengaman contoh. FPPS dibuat dalam rangkap 2 (dua) yaitu untuk customer dan untuk arsip;

3. Jika terdapat permintaan dari customer untuk menampilkan nilai ketidakpastian pengukuran maka petugas penerima sampel mencatatkan nya ke dalam FPPS.

4. Jika terdapat penyimpangan dan kondisi Abnormalitas dari sampel misalnya kerusakan wadah, volume sampel tidak mencukupi dan lain sebagainya diberi catatan khusus dan petugas penerima sampel menyampaikannya sebagai abnormalitas sampel

5. Petugas Penerima Contoh mencatat parameter yang akan dianalisis ke dalam Lembar Permohonan Pemeriksaan Contoh (LPPC).

6. Sampel diteruskan kepada Penyelia Analis 1 dengan menyertakan LPPC dan formulir Rangkaian Pengaman Contoh yang dimasukkan dalam satu map (dengan nama "File Penanganan Contoh Uji"). File diletakkan di tempat dimana semua analis bisa mengambilnya.

7. Semua rekaman data lapangan diserahkan oleh Petugas Penerima Contoh kepada Manajer Teknis untuk menjaga kerahasiaan data customer.

8. Penyelia Analis menyerahkan contoh uji ke masing-masing analis terkait untuk dianalisa dan melengkapi formulir Rangkaian Pengaman Contoh.

9. Contoh uji yang tidak langsung dianalisa dan sisa contoh uji yang belum melewati batas holding time disimpan dalam lemari penyimpan sampel yang suhunya terkontrol dan penempatannya diatur agar tidak terjadi kontaminasi sampel.

10. Setelah analisa selesai dilakukan, analis terkait mencatat hasil analisa ke dalam formulir LPPC dan melampirkan worksheet parameter uji terkait.

11. Penyelia terkait memverifikasi data pengujian untuk masing- masing analis yang menjadi tanggungjawabnya

12. Jika data sudah akurat maka Penyelia Analis mengisikan hasil analisa contoh uji ke dalam Laporan Hasil Uji Sementara (LHUS).

13. LHUS diberi nomor urut dengan format "...../LHUS/UPTLL/BLH-20.....".

14. Jika menimbulkan keraguan maka Manajer Teknis mengkonsultasikannya dengan costomer untuk memperoleh instruksi lebih lanjut sebelum pekerjaan dimulai.

15. Contoh uji yang sudah dianalisa dan sudah melebihi holding time sampel dikeluarkan dari lemari penyimpan sampel, diukur pHnya, dinetralkan untuk kemudian dibuang ke lingkungan oleh analis terkait.

16. Semua rekaman terkait pengelolaan limbah sisa sampel diisi, direkam, dan dipelihara.

5.

Waktu Pelayanan

15 hari kerja

6.

Biaya

Untuk pelayanan pemeriksaan sample dikenakan biaya sesuai dengan perda yang ditetapkan

7.

Produk

Penerimaan Sampel Air, Udara dan Tanah.

8.

Pengelolaan Pengaduan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya

Jl. Lintas Sumatera Km 5 Sikabau

Telp.(0754) 451506

Kepala UPT (0853 7577 0800)

Share Pelayanan

Komentar Pelayanan